Uncategorized

Penyusunan Program Sekolah Anti Perundungan dan Tindak Kekerasan

 

Pekanbaru-SMKNPT, Apakah itu perundungan? Definisi Perundungan atau bullying menurut referensi GLN Kemdikbud adalah perilaku tidak menyenangkan baik secara verbal, fisik, ataupun sosial di dunia nyata maupun dunia maya yang membuat seseorang merasa tidak nyaman, sakit hati dan tertekan baik dilakukan oleh perorangan ataupun kelompok.
Perundungan dianggap telah terjadi bila seseorang merasa tidak nyaman dan sakit hati atas perbuatan orang lain padanya. Perundungan rentan terjadi di sekolah. Menurut wenny Theodore perundungan ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti pola asuh, sekolah, harga diri dan norma kelompok. Untuk mencegah perilaku perundungan yang terjadi, pelajar perlu diberikan interevensi dari berbagai pihak berdasarkan pada faktor yang mempengaruhi perilaku perundungan. Menurut data, 50% siswa pernah mengalami perundungan di sekolah (UNICEF, 2015)

Adapun ciri satuan pendidikan yang melanggengkan praktik bullying adalah satuan pendidikan yang tidak memiliki pola keteladanan yang dilakukan oleh pendidik dan tenaga kependidikan di satua pendidikan, adanya perilaku kekerasan yang dilakukan pendidik, tenaga kependidikan ataupun siswa dan tidak adanya pola komunikasi yang baik antara guru dan siswa.

Pada 17 september 2021 yang lalu SMKN Pertanian Terpadu Pekanbaru mengadakan Acara Penyusunan Program Sekolah Anti Perundungan dan Tindak Kekerasan sebagai rangkaian acara Program SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) . Bertempat d Ruang rapat lantai 2 SMKN Pertanian acara ini dihadiri oleh 13 orang bapak/ibu pendidik dari Bagian Kesiswaan, Bimbingan Konseling dan perwakilan unit kerja.

Harapan dari acara ini adalah tersusunnya Program Sekolah Anti Perundungan yang memuat ketersediaan layanan pengaduan kekerasan/media peserta didik untuk melaporkan bullying secara aman dan terjaga kerahasiannya, adanya upaya kerjasama dan komunikasi aktif antara siswa, orang tua dan guru (3 pilar SRA), adanya kebijakan anti bullying yang dibuat bersama siswa, adanya bantuan bagi siswa yang menjadi korban. Selain itu Program ini diharapkan dapat menampilkan upaya keteladanan oleh pendidik dan tenaga kependidikan dalam berperilaku positif dan tanpa kekerasan, sebagai program anti bullying di satuan pendidikan yang melibatkan semua aspek yaitu siswa, guru, orang tua, alumni dan masyarakat sekitar satuan pendidikan serta memastikan sarana dan prasarana di satuan pendidikan yang tidak memicu peserta didik berperilaku bullying.

[siteorigin_widget class=”FT_Widget_Image”][/siteorigin_widget]
[siteorigin_widget class=”FT_Widget_Image”][/siteorigin_widget]
[siteorigin_widget class=”FT_Widget_Image”][/siteorigin_widget]

Leave a Reply

Your email address will not be published.