SMKN Pertanian Terpadu Pekanbaru Gelar Sosialisasi dan Kesepakatan OJT Siswa Kelas XII APHP
Pekanbaru, 26 Oktober 2026—SMKN Pertanian Terpadu Pekanbaru sukses melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Pernyataan Kesepakatan On Job Training (OJT) bagi siswa kelas XII Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) yang berlangsung pada Hari Senin (26/10/2026), pukul 09.30 WIB di Ruang Rapat Lantai 2 SMKN Pertanian Terpadu Pekanbaru untuk penyelarasan persepsi antara pihak sekolah, siswa, orang tua dan Dunia Usaha/Dunia Industri (DUDI).
Kegiatan ini bertujuan menyelaraskan tanggung jawab pekerjaan siswa dengan kewajiban akademik yang harus diselesaikan sebagai salah satu persyaratan kelulusan. Dalam sosialisasi tersebut, sekolah menegaskan bahwa siswa yang telah bekerja atau mengikuti OJT tetap wajib mengikuti rangkaian kegiatan akademik, meliputi Uji Kompetensi Keahlian (UKK), Tes Kemampuan Akademik (TKA), Seminar Laporan Praktik Kerja Lapangan (PKL), Ujian Sekolah, serta Asesmen Sumatif Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2026/2027.
Adapun siswa kelas XII APHP yang mengikuti OJT tersebar di tiga perusahaan, yaitu : Kafka Nafisa Fitri (XII APHP 1) dan Fitria Humairo Siregar (XII APHP 2) di PT Rotte Ragam Rasa; Piyona (XII APHP 1), Azizah Nazwa, Aurel Gustia, dan Enggal Setia (XII APHP 2) di PT Syirkah Sinergi Nusantara; serta Dzakiyah Talita Az Zahra (XII APHP 2) di PT Samudera Pastry Indonesia (Mr. Creampuff).
Melalui kegiatan ini, ditekankan pentingnya koordinasi dan kerja sama antara pihak sekolah, perusahaan, peserta didik, dan orang tua. Perusahaan juga diharapkan memberikan dispensasi untuk siswa agar dapat menyelesuaikan shift kerja dengan jadwal akademik siswa. Selain itu, orang tua siswa juga diharapkan memantau kedisiplinan dan kehadiran siswa dalam ujian. Sementara itu, siswa diharapkan tetap disiplin, bertanggung jawab, serta aktif menyampaikan agenda akademik kepada perusahaan dan berkoordinasi dengan wali kelas, Bursa Kerja Khusus (BKK), serta pembimbing industri.
SMKN Pertanian Terpadu Pekanbaru berharap kegiatan sosialisasi dan kesepakatan ini dapat memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Dengan dukungan seluruh pihak, siswa diharapkan mampu memperoleh pengalaman kerja sekaligus menuntaskan seluruh persyaratan akademik dengan baik sebagai bekal memasuki dunia profesional.
Penulis : Liza Aprilia
